Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC) akibat lonjakan kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda. Wabah yang berpusat di Provinsi Ituri, Kongo, ini telah mencatat 336 kasus suspek, 10 kasus terkonfirmasi laboratorium, dan 87 korban jiwa. Deteksi awal sempat terhambat karena uji darah pertama menunjukkan hasil negatif, mengingat alat tes yang tersedia saat itu dirancang untuk mendeteksi spesies Ebola yang lebih umum. Sementara itu, Uganda juga telah melaporkan 2 kasus terkonfirmasi dari pelancong asal Kongo dengan 1 kasus kematian, yang memicu respons kesiapsiagaan global termasuk dari CDC.
Situasi kali ini jauh lebih menantang karena wabah dipicu oleh virus Ebola strain Bundibugyo, sebuah spesies langka yang tidak terlihat selama lebih dari satu dekade. Strain ini tercatat baru dua kali menyebabkan wabah, yakni pada tahun 2007 dan 2012, dengan tingkat kematian mencapai sepertiga dari total pasien yang terinfeksi. Laporan BBC menyebut, hingga saat ini belum ada vaksin atau terapi antivirus spesifik yang disetujui untuk strain Bundibugyo. Meskipun vaksin untuk strain Zaire berpotensi memberikan sedikit perlindungan dan beberapa vaksin eksperimental sedang dikembangkan, penanganan medis saat ini masih bertumpu sepenuhnya pada perawatan suportif dini dan penggantian cairan.
Kondisi diperparah oleh faktor sosiogeografis karena wilayah terdampak merupakan zona konflik aktif dengan seperempat juta warga yang mengungsi, ditambah mobilitas lintas batas negara yang sangat longgar. Penularan utama dipicu oleh kontak langsung dengan cairan tubuh pasien, ritual pemakaman tradisional, serta kontak dengan hewan liar seperti kelelawar buah. Meski situasi di Afrika Tengah sangat kritis, WHO menegaskan bahwa status darurat global ini bukan menandakan awal dari pandemi baru layaknya Covid-19. Karakteristik penularan virus Ebola membuat risiko penyebaran di luar kawasan Afrika Timur dan Tengah saat ini dinilai tetap minimal.