Lonjakan Biaya Hidup dan Harga Pangan di Indonesia 1990 hingga 2026

Kamis, 3 September 2026 | 14:45 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Lonjakan Biaya Hidup dan Harga Pangan di Indonesia 1990 hingga 2026
Lonjakan Biaya Hidup dan Harga Pangan di Indonesia 1990 hingga 2026

Biaya hidup masyarakat mengalami pergerakan signifikan selama lebih dari tiga dekade terakhir. Berdasarkan data pergerakan harga kebutuhan dan komoditas periode 1990 hingga 2026, hampir seluruh sektor, mulai dari pangan, energi, pendidikan, hingga hunian, mencatatkan kenaikan hingga ribuan persen.

Sektor pangan mencatatkan lonjakan tajam, terutama pada komoditas cabai rawit merah yang naik 5.691% dari Rp1.308 per kilogram pada 1990 menjadi Rp75.750 per kilogram pada 2026. Kenaikan serupa juga terjadi pada beras medium yang melesat 3.762% dari Rp439 menjadi Rp16.950 per kilogram, bawang merah melonjak 3.050% menjadi Rp37.800 per kilogram, dan minyak goreng curah melambung 2.361% hingga menyentuh Rp22.150 per liter. Adapun telur ayam ras mengalami kenaikan 1.328% menjadi Rp25.700 per kilogram.

Kenaikan paling drastis terlihat pada aset emas Antam dan biaya pendidikan tinggi. Harga emas melonjak hingga 527.700%, dari semula Rp24.150 per gram pada 1990 kini menembus Rp2.639.000 per gram pada 2026. Sementara itu, biaya kuliah perguruan tinggi negeri rata-rata kelompok menengah melesat 10.733%, dari Rp60.000 per semester menjadi Rp6.500.000 per semester.

Kebutuhan papan dan utilitas rumah tangga turut membengkak. Harga rumah subsidi tipe 36 tercatat naik 3.043% dari Rp7.000.000 pada 1990 menjadi Rp220.000.000 pada 2026. Untuk biaya operasional harian rumah tangga, tarif air PDAM melonjak 6.233% ke level Rp9.500 per meter kubik dan tarif listrik PLN non-subsidi 1300 VA naik 1.706% ke Rp1.445 per kWh.

Di sektor transportasi, bensin bersubsidi naik 1.718% dari Rp550 menjadi Rp10.000 per liter, sedangkan tiket awal KRL mencatatkan kenaikan terendah dibanding komoditas lain, yakni 500% menjadi Rp3.000 per tiket. Sebagai penopang daya beli, Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta tercatat tumbuh 9.450% sepanjang kurun waktu yang sama, dari Rp60.000 per bulan pada 1990 menjadi Rp5.729.876 per bulan pada 2026.

Pergerakan Harga Kebutuhan/Komoditas dari Tahun ke Tahun - (Berbagai sumber/DATASATU)
Pergerakan Harga Kebutuhan/Komoditas dari Tahun ke Tahun - (Berbagai sumber/DATASATU)
 

Data Terkait

cabai-rawit-merah-pimpin-kenaikan-pangan-1-september-2026
Ekonomi

Cabai Rawit Merah Pimpin Kenaikan Pangan 1 September 2026

Harga sejumlah komoditas pangan pokok secara nasional bergerak bervariasi pada awal September 2026.

2 Sep 2026