emerintah berencana memperketat penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) agar lebih tepat sasaran. Kebijakan ini diarahkan untuk mengurangi penyaluran subsidi kepada masyarakat dengan tingkat ekonomi atas sehingga manfaat subsidi dapat lebih banyak diterima oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran pembatasan terutama desil 9 dan 10, yakni kelompok dengan tingkat ekonomi relatif tinggi. Pembatasan tersebut direncanakan menyasar kendaraan roda empat atau mobil dengan kategori tertentu, termasuk kendaraan mewah. Sejumlah contoh kendaraan yang disebut pemerintah antara lain BMW dan Mercedes-Benz.
Sementara itu, pengguna sepeda motor dipastikan tidak termasuk kelompok yang akan terkena pembatasan subsidi Pertalite. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pembatasan akan lebih difokuskan pada kendaraan roda empat dengan kategori tertentu.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) tengah menguji sistem digital yang dapat mengidentifikasi konsumen berdasarkan profil ekonomi. Sistem ini diharapkan dapat membantu menentukan penerima subsidi secara lebih akurat dan mencegah subsidi Pertalite dinikmati oleh kelompok masyarakat yang tidak menjadi sasaran.
Dari sisi waktu penerapan, pemerintah menyebut pembatasan kemungkinan mulai diberlakukan dalam beberapa bulan setelah sistem digital tersebut siap. Dengan demikian, penerapan kebijakan masih bergantung pada kesiapan sistem dan mekanisme identifikasi konsumen yang sedang diuji.
Kebijakan pembatasan Pertalite ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki ketepatan sasaran subsidi BBM, dengan mengarahkan subsidi kepada masyarakat yang lebih membutuhkan sekaligus mengurangi potensi subsidi dinikmati oleh kelompok ekonomi atas.