Program Magang Nasional 2026 Naikkan Kuota dan Gaji Peserta

Selasa, 7 Juli 2026 | 11:55 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Program Magang Nasional 2026 Naikkan Kuota dan Gaji Peserta
Program Magang Nasional 2026 Naikkan Kuota dan Gaji Peserta

Pemerintah resmi membuka kembali Program Magang Nasional 2026 (batch 4) mulai Juli 2026. Program ini ditargetkan mampu menjangkau hingga 150.000 lulusan baru perguruan tinggi sepanjang tahun 2026, meningkat dari kuota tahun lalu yang sebanyak 100.000 peserta.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Kurnia Ramadhana mengatakan, pelaksanaan PMN kali ini dibagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama dimulai pada Juli 2026 dengan target 50.000 peserta. "Rencana awal sekitar 50.000 peserta pada gelombang pertama, kemudian dilanjutkan gelombang kedua dan ketiga hingga mencapai total 150.000 peserta pada akhir tahun," ujar Kurnia, dilansir dari Beritasatu (7/7). 

Peningkatan kuota tersebut sejalan dengan lonjakan alokasi anggaran yang disiapkan pemerintah. Jika pada tahun 2025 anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 198 Miliar per gelombang, pada tahun 2026 ini total anggaran membengkak menjadi Rp 4,2 Triliun untuk keseluruhan program.

Dampak dari penambahan dana ini juga dirasakan langsung oleh para peserta melalui kenaikan besaran uang saku atau insentif bulanan. Peserta PMN 2026 akan menerima insentif berkisar antara Rp 3.500.000 hingga Rp 6.000.000 per bulan. Angka ini naik dibandingkan tahun 2025 yang berada di kisaran Rp 3.300.000 per bulan disesuaikan upah minimum daerah setempat.

Kurnia mengungkapkan, program ini mendapat dukungan luas dari berbagai sektor dengan total 8.056 mitra penyelenggara. Jumlah tersebut terdiri atas 5.168 perusahaan swasta dan 2.888 satuan kerja kementerian maupun lembaga pemerintah. Sektor perbankan milik negara (Himbara) menjadi kontributor terbesar dengan menyediakan 1.033 program magang. Posisi berikutnya diikuti oleh sektor rumah sakit swasta dengan 191 program, konsultasi manajemen sebanyak 168 program, perdagangan makanan dan minuman sebanyak 167 program, serta industri properti dan pengelolaan aset sebanyak 151 program. Dari keseluruhan mitra tersebut, terdapat pula 874 entitas BUMN yang terlibat aktif.

Untuk menjaga kualitas program, pemerintah menerapkan aturan baru berupa pembatasan lowongan perusahaan. Maksimum lowongan magang yang diajukan kini dibatasi sebesar 20% dari jumlah total karyawan tetap, setelah pada tahun lalu belum ada regulasi batas proporsional yang ketat. Proses verifikasi internal kali ini juga fokus pada kesesuaian (matching) posisi magang agar relevan dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi, bergeser dari tahun 2025 yang hanya berfokus pada pemenuhan kuota awal.

Proses pendaftaran dimulai dari perusahaan dan instansi mitra yang membuka lowongan pemagangan serta mengajukan kebutuhan posisi yang tersedia. Garis waktu pelaksanaan PMN 2026 juga bergeser menjadi lebih awal di tengah tahun, yakni Juni hingga Agustus 2026 untuk Batch 1, berbeda dengan tahun 2025 yang digulirkan pada akhir tahun sekitar bulan Oktober hingga Desember.

Tentang Magang Nasional 2026 - (Kemnaker & Media monitoring DATASATU/desain oleh Notebook LM/DATASATU)
Tentang Magang Nasional 2026 - (Kemnaker & Media monitoring DATASATU/desain oleh Notebook LM/DATASATU)

Data Terkait

phk-bertambah-jumlah-pekerja-formal-menyusut-di-awal-2026
Ekonomi

PHK Bertambah, Jumlah Pekerja Formal Menyusut di Awal 2026

PHK mencapai 23.470 pekerja sepanjang Januari-Mei 2026. Di saat yang sama, BPS mencatat jumlah pekerja formal menurun, sementara pekerja informal terus meningkat.

7 Jul 2026