Sistem kelistrikan di Indonesia berulang kali menghadapi tantangan besar akibat insiden pemadaman listrik massal atau blackout yang melumpuhkan berbagai wilayah dalam kurun beberapa tahun terakhir. Peristiwa terbaru terjadi pada 22 Mei 2026, ketika cuaca ekstrem memutus kabel SUTET 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi. Insiden ini memicu fenomena power swing yang merembet ke pembangkit lain, hingga membuat Kota Medan dan sebagian besar Sumatera bagian utara serta tengah gelap gulita akibat matinya lampu jalan dan rambu lalu lintas.
Sebelumnya, sepanjang bulan April 2026, wilayah interkoneksi Jakarta, Tangerang, hingga Bekasi juga sempat diguncang dua kali pemadaman masif akibat gangguan gardu induk dan manajemen beban. Pada 9 April 2026, pemadaman melumpuhkan seluruh stasiun layang MRT Jakarta dan fasilitas CSW. Hal serupa kembali terulang pada 23 April 2026, gangguan suplai listrik menghentikan operasional eskalator, lift, serta sistem pembayaran (tapping) di halte TransJakarta CSW dan mengganggu perjalanan MRT pada sore hari.
Catatan hitam sektor kelistrikan nasional ini memperpanjang rentetan peristiwa besar terdahulu, seperti pemadaman total di sebagian besar wilayah Bali pada 2 Mei 2025 akibat kendala transmisi Jawa-Bali. Fenomena ini juga mengingatkan publik pada tragedi blackout Jawa-Bali 4 Agustus 2019 yang melumpuhkan Jabodetabek hingga Jawa Tengah karena gangguan teknis sutil Ungaran, serta gangguan trafo IBT Muara Karang-Gandul pada 2 Januari 2018. Berdasarkan data media monitoring DATASATU, seluruh rangkaian peristiwa ini secara konsisten memberikan dampak domino yang masif terhadap sektor transportasi publik, jaringan komunikasi, fasilitas umum, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.