Belum Naik, Harga BBM Indonesia Lebih Terjangkau Dibanding Negara Asia

Rabu, 1 April 2026 | 12:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Belum Naik, Harga BBM Indonesia Lebih Terjangkau Dibanding Negara Asia
Perbandingan Harga BBM Global, Maret 2026

Harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di Indonesia diperkirakan akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Center of Economic and Law Studies (Celios) memproyeksikan harga Pertamax dan Pertamax Dex berpotensi naik sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per liter atau setara 15%. Proyeksi ini muncul di tengah tren kenaikan harga minyak global yang terus berlanjut.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa harga BBM industri akan mengikuti mekanisme pasar sesuai dengan peraturan Menteri ESDM tahun 2022. Jenis BBM yang dimaksud meliputi bensin dengan RON 95 dan RON 98. Kebijakan ini mempertegas bahwa penyesuaian harga akan sangat dipengaruhi oleh dinamika harga minyak dunia.

Dalam sebulan terakhir, harga minyak dunia melonjak signifikan dipicu oleh konflik Iran-AS yang berkepanjangan. Data Investing mencatat, pada Selasa (31/3), harga minyak mentah Brent telah mencapai US$ 107,78 per barel. Kenaikan ini turut mendorong sejumlah negara di Asia Tenggara untuk menyesuaikan harga BBM dalam beberapa pekan terakhir. 

Berdasarkan data Global Petrol Prices per 23 Maret 2026, harga BBM di Hongkong mencapai US$ 4,06 per liter, diikuti Singapura sebesar US$ 2,58 per liter dan Jerman sebesar US$ 2,40 per liter. Sementara itu, harga BBM di Indonesia masih relatif rendah, yaitu berada di kisaran US$ 0,73 per liter.

Perbandingan Harga BBM Global, Maret 2026 - (Global Petrol Prices & berbagai sumber/Diproduksi Gemini AI)
Perbandingan Harga BBM Global, Maret 2026 - (Global Petrol Prices & berbagai sumber/Diproduksi Gemini AI)

Meski demikian, pemerintah memastikan belum ada kenaikan harga BBM dalam waktu dekat. Menyikapi isu penyesuaian harga yang disebut akan berlaku pada Rabu (1/4), Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa harga BBM subsidi maupun non subsidi tidak mengalami perubahan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan BBM di SPBU.

Data Terkait

bbm-tak-naik-risiko-fiskal-perlu-diwaspadai
Ekonomi

BBM Tak Naik, Risiko Fiskal Perlu Diwaspadai

BBM belum naik per 1 April 2026, namun beban subsidi berpotensi tembus Rp 400-500 triliun dan menekan fiskal di tengah minyak US$ 103,36 per barel.

6 hari yang lalu

dibayangi-konflik-as-venezuela-punya-cadangan-minyak-terbesar-dunia
Internasional

Dibayangi Konflik AS, Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar Dunia

Venezuela tercatat sebagai pemilik cadangan minyak terbesar dunia sebesar 303,22 miliar barel, melampaui Arab Saudi dan Iran.

6 Jan 2026