Penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (bansos PKH) pangan di Indonesia sempat melonjak signifikan. Melansir data BPS, jumlah penerima bansos PKH pangan meroket dari 18,56 juta orang pada 2021 menjadi 118,02 juta orang pada 2022. Namun, jumlah tersebut merosot hingga 37,64% pada 2024. Adapun jumlah penerima bansos PKH pangan turun menjadi 103,10 juta orang di 2023 dan kembali merosot menjadi 73,60 juta orang di 2024. Penurunan jumlah penerima ini disebabkan oleh perubahan kriteria penyaluran, validasi data, pengalihan program lain, hingga upaya penyempurnaan sasaran agar bantuan lebih tepat sasaran.
Melihat tren kebijakan dan perkembangan ekonomi terkini, prospek jumlah penerima bansos di tahun 2025 berpotensi beragam tergantung kebijakan fiskal, efisiensi penyaluran, dan kondisi ekonomi makro. Pemerintah telah menyiapkan kenaikan anggaran bansos pada 2025, yakni sekitar Rp 154,24 triliun, sebagai bagian dari stimulus ekonomi jangka pendek untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, sejumlah ekonom mengingatkan, kenaikan anggaran bansos tanpa adanya reformasi struktural hanya berdampak terbatas pada pertumbuhan ekonomi.