Tingkat adopsi kecerdasan buatan atau AI di Indonesia tercatat masih berada di bawah angka 30% pada 2025. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), meski terdapat kenaikan dari 24,72% pada 2024 menjadi 27,34% pada 2025, pertumbuhan ini cenderung melambat.
Sementara itu, minimnya literasi menjadi faktor utama yang menghalangi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi ini secara optimal. Sebanyak 46,56% responden mengaku sama sekali tidak mengetahui mengenai teknologi AI, sementara sebagian lainnya merasa tidak butuh atau tidak memahami cara pengoperasiannya.
Selain kendala edukasi, kekhawatiran terkait isu privasi dan keamanan data juga menjadi hambatan psikologis bagi masyarakat dalam menyentuh layanan berbasis AI di kehidupan sehari-hari.