Literasi Rendah Menghambat Adopsi Kecerdasan Buatan di Indonesia

Minggu, 15 Februari 2026 | 16:00 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Literasi Rendah Menghambat Adopsi Kecerdasan Buatan di Indonesia
Literasi Rendah Menghambat Adopsi Kecerdasan Buatan di Indonesia

Tingkat adopsi kecerdasan buatan atau AI di Indonesia tercatat masih berada di bawah angka 30% pada 2025. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), meski terdapat kenaikan dari 24,72% pada 2024 menjadi 27,34% pada 2025, pertumbuhan ini cenderung melambat. 

Sementara itu, minimnya literasi menjadi faktor utama yang menghalangi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi ini secara optimal. Sebanyak 46,56% responden mengaku sama sekali tidak mengetahui mengenai teknologi AI, sementara sebagian lainnya merasa tidak butuh atau tidak memahami cara pengoperasiannya. 

Selain kendala edukasi, kekhawatiran terkait isu privasi dan keamanan data juga menjadi hambatan psikologis bagi masyarakat dalam menyentuh layanan berbasis AI di kehidupan sehari-hari.

Minim Literasi, Adopsi AI di Indonesia Tak Sampai 30% - (Berbagai sumber/Ajeng Wirachmi)
Minim Literasi, Adopsi AI di Indonesia Tak Sampai 30% - (Berbagai sumber/Ajeng Wirachmi)

Data Terkait

ai-tak-lagi-bebas-uni-eropa-korea-selatan-tetapkan-aturan-ketat-penggunaan-kecerdasan-buatan
Teknologi dan Informasi

AI Tak Lagi Bebas: Uni Eropa, Korea Selatan Tetapkan Aturan Ketat Penggunaan Kecerdasan Buatan

Uni Eropa dan Korea Selatan menjadi dua kawasan terdepan yang menunjukkan bahwa AI merupakan sistem berisiko yang memerlukan pengawasan ketat.

15 Feb 2026

chatgpt-ai-primadona-masyarakat-tanah-air
Teknologi dan Informasi

ChatGPT, AI Primadona Masyarakat Tanah Air

ChatGPT mengukuhkan posisinya sebagai layanan AI yang paling diminati masyarakat Indonesia dengan total kunjungan mencapai 133,23 juta.

29 Des 2025