Turnamen sepak bola terbesar di Asia Tenggara, Piala AFF, telah melahirkan sederet juara sejak pertama kali digelar pada 1996. Thailand tercatat sebagai negara tersukses yang mendominasi raihan trofi, disusul oleh Singapura, Vietnam, dan Malaysia yang juga pernah mencatatkan namanya sebagai yang terbaik di kawasan ini.
Seiring berjalannya waktu, format penyelenggaraan Piala AFF terus mengalami perubahan. Pada era awal (1996–2002), turnamen dipusatkan di satu atau dua negara tuan rumah. Memasuki edisi 2004 hingga 2016, peran tuan rumah ditunjuk khusus untuk penyisihan grup, sementara babak gugur mulai menggunakan sistem kandang dan tandang. Sejak edisi 2018 hingga saat ini, seluruh pertandingan sudah menerapkan format kandang dan tandang sejak fase grup, meski Singapura sempat ditunjuk menjadi tuan rumah terpusat pada edisi 2020 akibat penyesuaian masa pandemi COVID-19.
Di balik kejayaan para juara tersebut, Timnas Indonesia menyimpan catatan unik tersendiri. Skuad Garuda hingga kini belum pernah merasai gelar juara Piala AFF. Indonesia harus puas memegang rekor sebagai runner-up terbanyak sepanjang sejarah turnamen, yakni mengoleksi posisi kedua sebanyak 6 kali tanpa sekalipun berhasil mengamankan piala utama.
Tekad besar kini diusung Timnas Indonesia pada gelaran Piala AFF 2026. Di bawah kendali pelatih anyar asal Inggris, John Herdman, skuad Merah Putih berambisi kuat menghapus dahaga gelar dan meraih trofi perdana sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di ajang bergengsi ini.
Guna menuntaskan impian tersebut, John Herdman telah memanggil 26 penggawa terbaik, dengan 12 di antaranya merupakan pemain naturalisasi yang diharapkan mampu mendongkrak kualitas permainan. Seusai merampungkan pemusatan latihan intensif selama satu bulan di Bali, sang pelatih memastikan seluruh pasukannya dalam kondisi siap tempur untuk melakoni pertandingan.