Kualitas udara di berbagai daerah Indonesia menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Data ISPU KLHK per 22 September 2026 pukul 12.00 WIB mencatat sejumlah wilayah dengan ISPU sangat tinggi hingga masuk kategori Berbahaya, sementara beberapa lokasi lainnya masih berada dalam kategori Baik.
Daerah dengan ISPU Tertinggi
Gunung Mas, Kalimantan Tengah, menempati peringkat pertama dengan ISPU 2.355 dan masuk kategori Berbahaya. Selanjutnya, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mencatat ISPU 1.166, disusul Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dengan ISPU 1.133.
Posisi berikutnya ditempati Barito Selatan (823), Barito Kuala (649), Murung Raya (634), Palangka Raya (596), Kapuas (570), Pontianak Tenggara (449), dan Tabalong (342). Seluruh wilayah tersebut berada dalam kategori Berbahaya.
Kalimantan menjadi wilayah yang paling banyak muncul dalam daftar ISPU tertinggi, dengan 7 dari 10 lokasi berasal dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Daerah dengan Kualitas Udara Terbaik
Di sisi lain, Kota Sorong Remu Utara, Papua Barat Daya, mencatat ISPU terendah dalam daftar dengan nilai 1, sehingga masuk kategori Baik. Berikutnya adalah Kabupaten Tasikmalaya Mangun Reja, Jawa Barat (5) dan Kabupaten Aceh Tengah, Aceh (8).
Lokasi lain dengan ISPU rendah meliputi Gorontalo Taman Kota (18), Kendari Mandonga (22), DLH Medan 01 (24), Kabupaten Lumajang Ditrotunan (27), Kabupaten Semarang Candirejo (28), Kabupaten Sragen Plumbungan (28), dan Kabupaten Asahan Sidomukti (29). Seluruhnya berada dalam kategori Baik.
Rentang Kategori ISPU
0–50: Baik
51–100: Sedang
101–200: Tidak Sehat
201–300: Sangat Tidak Sehat
≥300: Berbahaya