Kebakaran Hutan Mengganas di Eropa, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:34 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Kebakaran Hutan Mengganas di Eropa, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi
Kebakaran Hutan Mengganas di Eropa, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi

Gelombang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat kembali menerjang benua Eropa. Data Joint Research Center milik Uni Eropa menyebut, hingga 22 Juli 2026, total luas area yang terbakar telah menembus 254.388 hektare atau sekitar 2.544 kilometer persegi. Angka ini berada jauh di atas rata-rata tahunan dalam 20 tahun terakhir, di mana wilayah Eropa Barat Daya dan Semenanjung Iberia menjadi titik terdampak paling parah. Akibat bencana ini, lebih dari 325.000 warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Prancis dan Spanyol menjadi dua negara yang mengalami dampak paling berat. Di Prancis, api melahap sekitar 115.000 hektare lahan, khususnya di kawasan Gironde dan sekitarnya, yang memicu evakuasi besar-besaran terhadap 220.000 orang. Musibah ini disebut sebagai yang terburuk di Prancis sejak Perang Dunia II. Sementara itu di Spanyol, kebakaran meluas hingga mencapai 119.458 hingga 150.000 hektare, atau naik enam kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pemerintah Spanyol telah menetapkan status Darurat Nasional setelah api yang tak terkendali menewaskan sedikitnya 12 orang di wilayah Andalusia.

Penyebab utama mengganasnya api adalah pemanasan global, di mana suhu di Eropa meningkat dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global sejak tahun 1980. Cuaca panas ekstrem ini memicu kemunculan awan Pyrocumulonimbus yang menghasilkan petir tanpa hujan (dry lightning), sehingga menyambar dan menimbulkan titik-titik api baru. Situasi diperparah oleh minimnya akses air dan tata ruang pemukiman warga yang berdekatan dengan kawasan liar.

Untuk memadamkan kobaran api, ribuan personel gabungan dari pemadam kebakaran, militer, hingga kepolisian telah dikerahkan. Bantuan internasional dari negara tetangga seperti Yunani, Italia, Portugal, dan Türkiye juga diturunkan, termasuk pengiriman pesawat pemadam Canadair berkapasitas 6.000 liter air.

Dampak kebakaran ini merembet ke berbagai sektor kehidupan warga. Akses jalan raya dan jalur kereta api di Prancis Selatan ditutup total, sementara kepulan asap pekat membumbung hingga radius 100 kilometer mencapai Kota Libourne dan Toulouse. Bahkan, ajang balap sepeda tersohor Tour de France terpaksa memotong rute etape finalnya di Paris dari 133 km menjadi 89 km karena petugas keamanan dialihkan ke lokasi bencana.

Para ahli memperkirakan ancaman kebakaran masih sangat tinggi hingga akhir Juli. Wilayah Prancis Barat Daya, Spanyol Utara, Portugal, hingga Kepulauan Britania diprediksi berada dalam status bahaya "Sangat Ekstrem" akibat kombinasi suhu panas menyengat, udara kering, serta vegetasi yang mudah terbakar.

Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan di Eropa - (Joint Research Center Uni Eropa & media monitoring DATASATU/Karen Agatha)
Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan di Eropa - (Joint Research Center Uni Eropa & media monitoring DATASATU/Karen Agatha)

Data Terkait

gelombang-panas-ekstrem-dan-badai-di-benua-eropa
Lingkungan

Gelombang Panas Ekstrem dan Badai di Benua Eropa

Gelombang panas ekstrem melanda sejumlah negara di Eropa dan memecahkan rekor suhu tertinggi dalam sejarah di berbagai wilayah.

1 Jul 2026