Asia Dikepung Gelombang Panas Ekstrem

Selasa, 14 Juli 2026 | 15:06 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Asia Dikepung Gelombang Panas Ekstrem
Asia Dikepung Gelombang Panas Ekstrem

Gelombang panas ekstrem sedang melanda sejumlah wilayah di Asia dengan intensitas yang kian mengkhawatirkan. Di Korea Selatan, pemerintah setempat untuk pertama kalinya mengeluarkan Emergency Heatwave Warning atau Peringatan Darurat Gelombang Panas untuk Kota Gyeongsan dan Pohang. Melansir laporan CNA, langkah ini diambil setelah sistem peringatan baru mendeteksi suhu aktual menyentuh 39°C atau suhu, dan suhu yang dirasakan mencapai 38°C selama satu hari penuh.

Badan Meteorologi Korea (KMA) menegaskan bahwa peringatan darurat ini merupakan indikasi kondisi kritis yang mengancam keselamatan jiwa. Risiko penularan penyakit akibat panas hingga kematian mengintai siapa saja, termasuk orang yang sehat. Merespons situasi ini, otoritas Korea Selatan langsung menghentikan total seluruh aktivitas luar ruangan dan melarang warga meninggalkan anak-anak maupun hewan peliharaan di dalam mobil.

Kondisi tidak kalah parah terjadi di kawasan Asia Selatan. Data IQAir menyebut, negara-negara seperti India, Pakistan, dan Afghanistan dihantam fenomena krisis kubah panas. Fenomena tersebut terjadi kala  sistem tekanan tinggi yang kuat memerangkap udara panas di dekat permukaan bumi. Akibatnya, suhu melonjak drastis hingga mencapai kisaran 45 hingga 50 derajat Celsius, atau sekitar 4 derajat Celsius lebih tinggi dari rata-rata historisnya. Sebagai antisipasi, India dan Pakistan mengaktifkan status peringatan oranye serta menyiagakan penuh fasilitas rumah sakit melalui koordinasi Heat Action Plan.

Para ahli meteorologi mencatat lonjakan tren suhu tahunan ini diperparah oleh kombinasi fenomena alam El Niño kuat dan perubahan iklim antropogenik akibat aktivitas manusia. Di Korea Selatan, rata-rata jumlah hari gelombang panas tahunan bahkan telah melonjak dua kali lipat menjadi 19 hari dalam lima tahun terakhir. Sementara itu di Jepang, rekor suhu tertinggi yang terus pecah hingga menyentuh 41,8 derajat Celsius memaksa negara tersebut menciptakan kosakata baru, yaitu kokusho-bi, yang secara harfiah berarti "hari yang sangat kejam atau panas".

Suhu ekstrem ini mulai mengubah perilaku dan tatanan ekonomi masyarakat secara global, salah satunya di sektor pariwisata. Industri travel kini diramaikan oleh tren coolcations, di mana para turis sengaja bergeser mencari destinasi liburan yang bersuhu dingin demi menghindari sengatan matahari. Selain itu, muncul fenomena dusking atau pergeseran aktivitas wisata luar ruangan ke malam hari (pukul 17.00 hingga 21.00), yang memicu lonjakan pemesanan hingga 70 persen di kawasan Asia.

Di balik adaptasi industri wisata tersebut, ancaman kesehatan nyata justru membayangi para pekerja lapangan. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mencatat bahwa sekitar 75% pekerja di Asia kini terekspos langsung oleh bahaya panas ekstrem. Kelompok yang paling rentan ini termasuk para pedagang makanan kaki lima serta sopir pengantar barang yang aktivitas sehari-harinya menunjang sektor pariwisata.

Kondisi Terkini Gelombang Panas di Asia - (Media Monitoring DATASATU/desain oleh NotebookLM/DATASATU)
Kondisi Terkini Gelombang Panas di Asia - (Media Monitoring DATASATU/desain oleh NotebookLM/DATASATU)

Data Terkait

gelombang-panas-ekstrem-dan-badai-di-benua-eropa
Lingkungan

Gelombang Panas Ekstrem dan Badai di Benua Eropa

Gelombang panas ekstrem melanda sejumlah negara di Eropa dan memecahkan rekor suhu tertinggi dalam sejarah di berbagai wilayah.

1 Jul 2026

harga-avtur-meroket-asia-oseania-jadi-yang-tertinggi-di-dunia
Internasional

Harga Avtur Meroket, Asia & Oseania Jadi yang Tertinggi di Dunia

Kawasan Asia & Oseania mencatat harga avtur tertinggi sebesar US$228,21 per barel per 3 April 2026, naik 9,3% dalam sepekan.

8 Apr 2026