Rekam Jejak Tragedi TPA di Indonesia

Jumat, 3 Juli 2026 | 13:59 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Rekam Jejak Tragedi TPA di Indonesia
Rekam Jejak Tragedi TPA di Indonesia

Peristiwa kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, menambah panjang daftar kelam insiden pengelolaan sampah di Indonesia. Berdasarkan media monitoring tim riset DATASATU, kawasan TPA di berbagai wilayah Jawa Barat dan Banten kerap menjadi pusat bencana, mulai dari longsor mematikan hingga kebakaran massal yang berdampak serius pada kesehatan warga.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin dilaporkan terdeteksi mulai muncul di luar wilayah TPA pada Selasa (30/6) pukul 07.30 WIB. Api dengan cepat membesar sejak pukul 11.00 WIB akibat cuaca panas yang disertai tiupan angin cukup kencang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang langsung bergerak melakukan berbagai penanganan serta mengevakuasi masyarakat sekitar.

Melansir Beritasatu, api terus berkobar hingga Selasa malam, disertai asap pekat yang membumbung tinggi. Bahkan, luas area yang terbakar justru meluas hingga mencapai 5 hektare. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan sebanyak 10 unit armada dan 45 petugas pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

Dalam upaya pemadaman tersebut, petugas di lapangan menghadapi kendala berat akibat embusan angin kencang yang membuat api merambat dengan sangat cepat. "Sesulit apa pun, teman-teman petugas kami terus berupaya untuk memadamkan api," ujar Taufik menegaskan komitmen jajarannya. 

Walau tidak ada korban jiwa langsung saat kejadian, pembaruan data hingga 3 Juli 2026 menunjukkan bahwa api belum sepenuhnya padam, namun itik api sudah mulai berkurang. Kendati demikian, dampak polusi asap pekat ini mengakibatkan ratusan warga sekitar terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Bencana di TPA Jatiwaringin ini melengkapi rentetan insiden fatal di TPA lain yang tercatat. Jauh sebelum ini, Indonesia diguncang oleh tragedi TPA Leuwigajah di Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005. Akibat sistem open dumping dan guyuran hujan deras, gunungan sampah sepanjang 200 meter dan tinggi 60 meter longsor menyapu Kampung Cilimus dan Kampung Pojok. Tragedi mematikan ini menewaskan 157 orang dan menjadi bencana TPA terparah kedua di dunia setelah kasus TPA Payatas di Filipina pada tahun 2000.

Kondisi tanah yang labil juga berulang kali memicu petaka di lokasi lain. Di TPA Bantargebang, Bekasi, longsor terjadi pada 8 September 2006 saat truk baru menurunkan muatan, menimbun para pemulang hingga mengakibatkan 3 orang tewas dan 7 luka-luka. Hampir dua dekade kemudian, tepatnya 8 Maret 2026, longsor akibat hujan lebat berkepanjangan kembali melanda TPST Bantargebang, menimbun deretan truk pengangkut serta warung di sekitarnya yang menelan 7 korban tewas dan 6 luka-luka.

Kasus serupa juga menimpa TPA Galuga di Kabupaten Bogor pada 11 Agustus 2025. Pergerakan alat berat di area labil memicu longsoran yang membalikan kendaraan operator, menyebabkan 1 orang tewas dan 2 lainnya selamat. Sementara itu, masalah infrastruktur tercatat di TPA Cipeucang, Tangerang Selatan, di mana turap atau pembatas betonnya jebol pada 22 Mei 2020 tanpa memakan korban jiwa, mengulangi insiden serupa yang pernah terjadi pada April 2019.

Peristiwa Memilukan di TPA - (Pemkab Tangerang & media monitoring DATASATU/DATASATU)
Peristiwa Memilukan di TPA - (Pemkab Tangerang & media monitoring DATASATU/desain oleh Notebook LM/DATASATU)

Data Terkait

kebakaran-tpa-jatiwaringin-232-warga-mengungsi
Lingkungan

Kebakaran TPA Jatiwaringin, 232 Warga Mengungsi

Kebakaran TPA Jatiwaringin memsuki hari ketujuh dan belum padam. Total ada 232 warga mengungsi dan puluhan warga menderita ISPA. Pemadaman terus diupayakan.

6 Jul 2026