Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi fenomena Godzilla El Nino yang diperkuat Indian Ocean Dipole (IOD) positif akan melanda Indonesia mulai April 2026. Kombinasi fenomena iklim ini memicu musim kemarau yang lebih panjang dan ekstrem, terutama di wilayah selatan seperti Jawa hingga Nusa Tenggara Timur yang terancam kekeringan. Sebaliknya, anomali curah hujan tinggi justru diwaspadai di wilayah timur laut meliputi Sulawesi dan Maluku yang berpotensi memicu bencana banjir serta tanah longsor di tengah musim kering.
Menanggapi ancaman tersebut, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketahanan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam kondisi kokoh untuk melakukan intervensi pasar. Hingga 25 Maret 2026, stok beras di Bulog telah mencapai 4,08 juta ton atau melonjak 77,8% dibandingkan tahun lalu. Penguatan stok ini mengutamakan penyerapan produksi dalam negeri, termasuk komoditas jagung yang mencapai 144 ribu ton, guna memastikan ketersediaan pangan pokok tetap terjaga bagi masyarakat selama masa anomali cuaca.