Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat infrastruktur pengendali banjir melalui integrasi program jangka pendek hingga strategis nasional. Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di awal tahun 2026, Pemprov DKI menyiagakan sedikitnya 1.200 unit pompa yang terdiri dari pompa portabel dan mobile, serta menginstruksikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 5 hari (13-17 Januari 2026). Tak hanya sekadar penanganan darurat, optimalisasi 8 waduk baru (termasuk Waduk Cilangkap Batu Licin) juga didorong tidak hanya sebagai penampung air berkapasitas 92 ribu meter persegi, tetapi juga sebagai ruang publik multifungsi bagi masyarakat.
Sementara itu, untuk perlindungan jangka panjang periode 2025-2027, fokus utama dialihkan pada program strategis #JakTirta dan proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Dinas Sumber Daya Air Pemprov DKI Jakata menyebut, upaya penguatan infrastruktur dilakukan melalui revitalisasi sungai serta percepatan pembangunan tanggul pengaman pantai Fase A Tahap 3 di kawasan Pantai Mutiara. Hingga saat ini, sepanjang 390 meter tanggul telah rampung dikerjakan, sementara 530 meter sisanya segera memasuki tahap lelang. Proyek ini menjadi pilar krusial dalam melindungi aset pemukiman warga dari ancaman banjir rob akibat kenaikan muka air laut di utara Jakarta.