Pelayaran mewah melintasi Samudra Atlantik Selatan yang seharusnya menjadi perjalanan santai berubah menjadi situasi mencekam bagi 147 orang di atas MV Hondius. Kapal pesiar berbendera Belanda tersebut membawa 88 penumpang dan 59 awak dari 23 negara, namun kini menjadi sorotan dunia setelah munculnya wabah hantavirus di tengah pelayaran.
Hantavirus, khususnya Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), merupakan penyakit zoonosis yang menyerang paru-paru dan jantung manusia. Virus ini umumnya menular melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi. Penyakit tersebut tergolong berbahaya karena memiliki tingkat kematian di bawah 1–15 persen di Asia dan Eropa, serta dapat mencapai sekitar 50 persen di kawasan Amerika. Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun terapi antivirus khusus untuk menangani infeksi hantavirus.
Misteri wabah ini bermula beberapa hari setelah kapal bertolak dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026.
6 April 2026
Seorang pria asal Belanda mulai mengalami demam, sakit kepala, dan diare ringan. Saat itu, gejalanya masih dianggap sebagai penyakit biasa.
11 April 2026
Kondisi pria tersebut memburuk drastis hingga mengalami gagal napas akut. Ia meninggal dunia di atas kapal tanpa sempat menjalani pemeriksaan mikrobiologi.
24–26 April 2026
Tragedi berlanjut ketika istri korban pertama jatuh sakit saat kapal tiba di Saint Helena. Kondisinya memburuk dalam perjalanan menuju Johannesburg, Afrika Selatan, dan ia meninggal dunia setibanya di rumah sakit pada 26 April 2026. Pada 24 April 2026, muncul kasus ketiga pada seorang pria yang mengalami demam, sesak napas, dan pneumonia berat.
2 Mei 2026
Hasil pemeriksaan PCR mengonfirmasi bahwa pasien ketiga positif terinfeksi hantavirus. Pada hari yang sama, seorang perempuan yang mengalami gejala pneumonia sejak 28 April juga dinyatakan meninggal dunia.
Hingga 4 Mei 2026, saat kapal berlabuh di lepas pantai Cabo Verde, tercatat tujuh kasus telah teridentifikasi, terdiri atas dua kasus terkonfirmasi laboratorium dan lima kasus suspek. Upaya penyelamatan terus dilakukan. Kemudian, pada Rabu, 6 Mei 2026, tim darurat mengevakuasi tiga orang dari kapal, termasuk dua awak kapal yang sakit dan satu orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi. Ketiga individu tersebut merupakan warga Inggris, Belanda, dan Jerman.
Kini, MV Hondius diizinkan berlayar pada Rabu (6/5/2026) menuju Kepulauan Canary, Spanyol, sambil terus berada dalam pemantauan otoritas kesehatan internasional.