Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Tewaskan 3 Penumpang

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:28 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Tewaskan 3 Penumpang
Wabah hantavirus menyerang MV Hondius yang membawa 147 orang, terdiri atas 88 penumpang dan 59 awak dari 23 negara. Hingga awal Mei 2026, wabah tersebut dilaporkan telah menewaskan tiga penumpang.

Pelayaran mewah melintasi Samudra Atlantik Selatan yang seharusnya menjadi perjalanan santai berubah menjadi situasi mencekam bagi 147 orang di atas MV Hondius. Kapal pesiar berbendera Belanda tersebut membawa 88 penumpang dan 59 awak dari 23 negara, namun kini menjadi sorotan dunia setelah munculnya wabah hantavirus di tengah pelayaran.

Hantavirus, khususnya Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), merupakan penyakit zoonosis yang menyerang paru-paru dan jantung manusia. Virus ini umumnya menular melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi. Penyakit tersebut tergolong berbahaya karena memiliki tingkat kematian di bawah 1–15 persen di Asia dan Eropa, serta dapat mencapai sekitar 50 persen di kawasan Amerika. Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun terapi antivirus khusus untuk menangani infeksi hantavirus.

Misteri wabah ini bermula beberapa hari setelah kapal bertolak dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026.

6 April 2026
Seorang pria asal Belanda mulai mengalami demam, sakit kepala, dan diare ringan. Saat itu, gejalanya masih dianggap sebagai penyakit biasa.

11 April 2026
Kondisi pria tersebut memburuk drastis hingga mengalami gagal napas akut. Ia meninggal dunia di atas kapal tanpa sempat menjalani pemeriksaan mikrobiologi.

24–26 April 2026
Tragedi berlanjut ketika istri korban pertama jatuh sakit saat kapal tiba di Saint Helena. Kondisinya memburuk dalam perjalanan menuju Johannesburg, Afrika Selatan, dan ia meninggal dunia setibanya di rumah sakit pada 26 April 2026. Pada 24 April 2026, muncul kasus ketiga pada seorang pria yang mengalami demam, sesak napas, dan pneumonia berat.

2 Mei 2026
Hasil pemeriksaan PCR mengonfirmasi bahwa pasien ketiga positif terinfeksi hantavirus. Pada hari yang sama, seorang perempuan yang mengalami gejala pneumonia sejak 28 April juga dinyatakan meninggal dunia.

Hingga 4 Mei 2026, saat kapal berlabuh di lepas pantai Cabo Verde, tercatat tujuh kasus telah teridentifikasi, terdiri atas dua kasus terkonfirmasi laboratorium dan lima kasus suspek. Upaya penyelamatan terus dilakukan. Kemudian, pada Rabu, 6 Mei 2026, tim darurat mengevakuasi tiga orang dari kapal, termasuk dua awak kapal yang sakit dan satu orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi. Ketiga individu tersebut merupakan warga Inggris, Belanda, dan Jerman.

Kini, MV Hondius diizinkan berlayar pada Rabu (6/5/2026) menuju Kepulauan Canary, Spanyol, sambil terus berada dalam pemantauan otoritas kesehatan internasional.

Wabah hantavirus menyerang MV Hondius yang membawa 147 orang, terdiri atas 88 penumpang dan 59 awak dari 23 negara. Hingga awal Mei 2026, wabah tersebut dilaporkan telah menewaskan tiga penumpang. - (WHO & Media monitoring DATASATU/DATASATU)
Wabah hantavirus menyerang MV Hondius yang membawa 147 orang, terdiri atas 88 penumpang dan 59 awak dari 23 negara. Hingga awal Mei 2026, wabah tersebut dilaporkan telah menewaskan tiga penumpang. - (WHO & Media monitoring DATASATU/DATASATU)

Data Terkait

waspada-hantavirus-di-indonesia-sudah-ada-sejak-puluhan-tahun-lalu
Kesehatan

Waspada Hantavirus di Indonesia, Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun Lalu

Hantavirus di Indonesia merupakan ancaman kesehatan yang mirip dengan fenomena gunung es. Ditemukan sejak 1980-an dengan tingkat infeksi hingga 34% pada hewan.

10 jam yang lalu

waspada-ancaman-fatal-hantavirus
Kesehatan

Waspada Ancaman Fatal Hantavirus

Dunia medis kini memberikan perhatian khusus pada perkembangan Hantavirus, kelompok virus zoonosis yang dibawa rodensia dan memiliki tingkat fatalitas tinggi.

1 hari yang lalu