Kasus Campak RI Turun Hingga 93%, Pemerintah Perluas Pemberian Vaksin

Jumat, 10 April 2026 | 11:50 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Kasus Campak RI Turun Hingga 93%, Pemerintah Perluas Pemberian Vaksin
Tren Mingguan Suspek Campak dan Kasus Campak (data hingga minggu ke-12 2026)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatatkan penurunan signifikan pada tren kasus campak di Indonesia sepanjang awal tahun 2026. Berdasarkan data mingguan hingga pekan ke-12 (16-22 Maret 2026), jumlah kasus konfirmasi campak melandai hingga 93,3%, sementara kategori suspek turun sebesar 95%. Pada puncak pekan ke-12, tercatat hanya 146 kasus yang ditemukan di seluruh tanah air. Penurunan ini konsisten terjadi di 14 provinsi serta 10 kabupaten/kota yang sebelumnya menjadi titik rawan lonjakan kasus pada tahun 2025.

Meski secara umum menurun, fatalitas kasus campak pada kelompok dewasa menjadi sorotan tajam. Tim Riset DATASATU mencatat kasus kematian seorang dokter magang (internship) asal Cianjur, Jawa Barat, bernama Andito Mohammad Wibisono (25). Korban diduga terpapar virus sebelum 18 Maret 2026 saat menangani pasien, namun tetap berdinas hingga kondisinya memburuk dengan gejala ruam dan penurunan saturasi oksigen. Setelah menjalani perawatan intensif di ICU akibat komplikasi jantung dan otak, korban dinyatakan meninggal dunia pada 26 Maret 2026. Hasil uji laboratorium 2 hari setelahnya mengonfirmasi korban positif campak.

Tren  Mingguan Suspek Campak dan Kasus Campak (data hingga minggu ke-12 2026) - (Kemenkes/design oleh Gemini AI/DATASATU)
Tren Mingguan Suspek Campak dan Kasus Campak (data hingga minggu ke-12 2026) - (Kemenkes/desain oleh Gemini AI/DATASATU)

Kemenkes mengungkapkan bahwa saat ini 8% dari total penderita campak berasal dari kelompok usia di atas 18 tahun. Tingginya intensitas paparan serta adanya faktor penyakit penyerta (komorbid) dinilai menjadi pemicu utama meningkatnya risiko fatalitas pada orang dewasa. Merespons dinamika tersebut, pemerintah mengambil langkah preventif dengan memperluas target sasaran imunisasi. Kemenkes berkomitmen menginisiasi program vaksinasi campak bagi orang dewasa, tidak lagi terbatas pada kelompok anak-anak.

Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Melalui keterangan resmi pada Jumat (10/4), BPOM telah menerbitkan izin penggunaan vaksin campak untuk kelompok dewasa, mencakup vaksin kombinasi Measles-Rubella (MR), Measles-Mumps-Rubella (MMR), maupun vaksin Measles tunggal. Selain tenaga kesehatan yang berada di garis depan, BPOM juga memprioritaskan pemberian vaksinasi bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan internasional sebagai upaya membentung persebaran lintas negara.

Data Terkait

indonesia-waspada-campak-ini-yang-harus-dilakukan
Kesehatan

Indonesia Waspada Campak, Ini yang Harus Dilakukan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan lonjakan signifikan kasus suspek campak di Indonesia pada awal tahun 2026

17 Mar 2026