Pasar energi global menunjukkan tren penguatan yang signifikan dalam sepekan terakhir. Harga minyak mentah jenis WTI mencatatkan kenaikan 2,30%, bergerak dari level US$ 98,32 pada Jumat (20/3) hingga menembus angka psikologis US$ 100,58 per barel pada Senin (30/3) pukul 13:38 WIB. Senada dengan itu, jenis Brent turut meningkat 1,48% hingga mencapai level US$ 107,98 per barel.
Pergerakan harga mingguan ini diwarnai fluktuasi yang cukup lebar. WTI sempat terkoreksi ke level terendah US$ 88,13 pada 23 Maret, sementara Brent menyentuh US$ 95,92 pada hari yang sama, sebelum akhirnya melakukan pembalikan arah (rebound) yang agresif. Lonjakan ini dipicu oleh sensitivitas pasar terhadap ketatnya pasokan global serta meningkatnya tensi geopolitik di kawasan strategis.
Hambatan distribusi di Selat Hormuz telah mengurangi volume aliran minyak global secara drastis, sehingga menciptakan kepanikan di sisi suplai.
Situasi diprediksi akan tetap volatil seiring meningkatnya risiko eskalasi lanjutan, termasuk potensi serangan Amerika Serikat terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk. Jika skenario tersebut terjadi, pasar berpotensi menghadapi tekanan harga yang jauh lebih besar, mengingat kapasitas produksi global saat ini belum sepenuhnya mampu mengompensasi gangguan pasokan yang ada di tengah permintaan yang tetap tinggi.