Deretan Kasus Perundungan di Indonesia, Terbaru di Telkom University

Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:42 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Deretan Kasus Perundungan di Indonesia, Terbaru di Telkom University
Thumbnail

Dunia pendidikan di Indonesia kembali diselimuti kabar tidak menyenangkan. Alih-alih menjadi ruang yang aman dan nyaman untuk menimba ilmu, satuan pendidikan justru kerap menjadi tempat terjadinya aksi kekerasan dan perundungan yang mengancam keselamatan fisik serta mental para pelajar.

Kondisi genting ini tergambar jelas dari data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) periode 2020 hingga 2025 yang menunjukkan tren peningkatan tajam. Pada 2020, tercatat ada 91 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Angka ini terus merangkak naik menjadi 142 kasus pada 2021 dan 194 kasus pada 2022. Lonjakan yang jauh lebih drastis terjadi pada tahun-tahun berikutnya, yakni 285 kasus pada 2023, melonjak hingga 573 kasus pada 2024, dan menyentuh angka 641 kasus pada 2025.

Dari seluruh kasus yang terdata oleh JPPI tersebut, kekerasan seksual menempati porsi terbesar dengan 57,65%. Perundungan atau bullying berada di urutan kedua dengan proporsi 22,31%, disusul oleh kekerasan fisik sebesar 18,89%n, kekerasan psikologis 0,81% serta kebijakan diskriminatif sebesar 0,33%. Spektrum kekerasan ini tidak hanya menjangkiti sekolah umum dari tingkat dasar hingga menengah atas, tetapi juga menyusup ke pesantren, madrasah, lembaga pendidikan nonformal, hingga perguruan tinggi.

Memasuki tahun 2026, alarm bahaya perundungan nyatanya belum mereda. Berdasarkan kompilasi data pemantauan media tim DATASATU, serangkaian kasus perundungan tragis tercatat terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Pada Februari 2026 di Wonokromo, Surabaya, seorang siswa berkebutuhan khusus berusia 16 tahun berinisial AM menjadi korban kekerasan fisik dan verbal berulang oleh teman-temannya. Selain kerap diejek dan diperas uangnya, AM sempat dikeroyok sepulang sekolah hingga menderita lebam di wajah serta trauma mental mendalam yang membuatnya harus dirawat intensif di RS Menur.

Duka mendalam kian nyata ketika aksi perundungan berujung pada hilangnya nyawa siswa. Pada 7 April 2026 di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, seorang siswa SMP berinisial WAP (14) meninggal dunia setelah terlibat perkelahian yang bermula dari aksi saling ejek saat jam kosong. Pelaku, DTP (14), kini berstatus Anak Berkonflik dengan Hukum dan diamankan di rumah aman sementara kasusnya diproses sesuai aturan peradilan anak.

Peristiwa memilukan lainnya terjadi pada pertengahan September 2026 di SDN 1 Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah. M, bocah berusia 7 tahun yang duduk di bangku kelas 2 SD, dipukuli oleh kakak kelasnya saat jam istirahat sekolah. Akibat hantaman di bagian perut, korban mengalami peradangan hebat dan mengembuskan napas terakhir pada 30 September 2026 setelah sempat dirawat di RSUD Dr. Azhari. Dua anak pelaku yang berusia di bawah 12 tahun akhirnya diputuskan oleh pengadilan untuk dititipkan selama enam bulan di LPKS Antasena Magelang, sementara kepala sekolah setempat dicopot dari jabatannya.

Kekerasan antarpelajar juga mencuat di Garut, Jawa Barat, pada 7 September 2026. Dua siswi madrasah tsanawiyah, NH dan NA, dikepung dan dianiaya secara fisik maupun verbal oleh sekelompok remaja di Desa Mekarhurip hanya karena persoalan asmara.

Tak berhenti di jenjang sekolah dasar dan menengah, praktik serupa juga terjadi di tingkat perguruan tinggi. Pada awal Oktober 2026, sebuah video viral memperlihatkan aksi perundungan di kamar asrama Telkom University. Pelaku menyalakan korek api bersama semprotan gas ke arah mahasiswa baru hingga menyemburkan api ke sprei kasur dan memicu kepanikan. Menyikapi tindakan yang membahayakan nyawa dan fasilitas tersebut, pihak rektorat langsung menjatuhkan sanksi pemecatan atau drop out (DO) kepada dua mahasiswa yang terlibat.

Data Kasus Perundungan di Instansi Pendidikan - (Media monitoring DATASATU/DATASATU)
Data Kasus Perundungan di Instansi Pendidikan - (Media monitoring DATASATU/DATASATU)

Data Terkait

deretan-kasus-perundungan-yang-menelan-korban-jiwa
Hukum & Keamanan

Deretan Kasus Perundungan yang Menelan Korban Jiwa

Perundungan masih menjadi persoalan serius di lingkungan pendidikan Indonesia. Kekerasan fisik atau verbal kerap berujung fatal hingga merenggut nyawa korban.

2 hari yang lalu

ledakan-sman-72-diduga-akibat-bullying-kekerasan-pelajar-makin-marak
Hukum & Keamanan

Ledakan SMAN 72 Diduga Akibat Bullying, Kekerasan Pelajar Makin Marak

Kasus kekerasan pelajar meningkat di 2025. Ledakan di SMAN 72 diduga akibat bullying, sementara 14 kasus kekerasan berat lain menelan banyak korban.

3 Des 2025