Sejak tahun 1957, Indonesia telah menunjukkan komitmen nyata terhadap perdamaian dunia melalui pengiriman Kontingen Garuda (Konga) I ke Mesir dalam misi UNEF. Langkah awal ini melibatkan 559 personel pasca-Krisis Suez, yang kemudian menjadi tonggak sejarah bagi peran aktif TNI di kancah internasional. Kehadiran pasukan Indonesia di zona konflik global terus berkembang pesat sebagai perwujudan amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Selama lebih dari enam dekade, rekam jejak pasukan Indonesia telah melintasi berbagai benua, mulai dari misi di Kongo, Vietnam, hingga Bosnia dan Herzegovina. Salah satu pengiriman terbesar tercatat pada tahun 1962 melalui Konga III dengan total 3.457 personel yang bertugas mengawasi gencatan senjata. Angka ini membuktikan kepercayaan besar dunia internasional terhadap kapabilitas dan profesionalisme prajurit Indonesia dalam menjalankan mandat PBB.
Hingga saat ini, Kontingen Garuda masih aktif terlibat dalam berbagai misi penting PBB, seperti UNIFIL di Lebanon. Melalui penugasan ini, pasukan Indonesia tidak hanya menjalankan fungsi pemeliharaan perdamaian, tetapi juga berfokus pada rekonstruksi, pemeliharaan infrastruktur, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak konflik. Kontribusi ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara kontributor pasukan perdamaian terbesar di dunia.