Lindungi Anak, Pemerintah Perketat Aturan Game Bertema Peperangan

Rabu, 26 November 2025 | 20:52 WIB

I
Penulis: Ihsan Hadi | Editor: IH
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Lindungi Anak, Pemerintah Perketat Aturan Game Bertema Peperangan
Pemerintah meninjau ulang regulasi game kekerasan dengan memperkuat PP Tunas dan IGRS untuk melindungi anak dari konten yang tak sesuai usia.

Insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta yang diduga dipengaruhi game bertema peperangan memicu perhatian serius pemerintah terhadap potensi dampak konten kekerasan pada perilaku remaja. Kasus ini menjadi titik awal untuk mengkaji kembali bagaimana paparan game tertentu dapat memengaruhi pola pikir dan tindakan anak, terutama di tengah meningkatnya akses terhadap permainan digital tanpa pengawasan yang memadai.

Pemerintah meninjau ulang regulasi game kekerasan dengan memperkuat PP Tunas dan IGRS untuk melindungi anak dari konten yang tak sesuai usia. - (Investor Daily/DATASATU)
Pemerintah meninjau ulang regulasi game kekerasan dengan memperkuat PP Tunas dan IGRS untuk melindungi anak dari konten yang tak sesuai usia. - (Investor Daily/DATASATU)

Sebagai langkah tindak lanjut, pemerintah mulai meninjau ulang klasifikasi dan tingkat akses terhadap game populer yang memuat unsur kekerasan atau simulasi peperangan, seperti PUBG, Free Fire, dan Call of Duty. Evaluasi ini mencakup penyesuaian kategori usia, tingkat kekerasan dalam game, serta penguatan regulasi agar distribusi konten digital lebih aman bagi anak dan remaja. Upaya ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), yang menjadi payung hukum pengendalian konten digital yang tidak sesuai usia.

Dalam konteks perlindungan anak, Indonesia Game Rating System (IGRS) menjadi instrumen penting untuk mengklasifikasikan game berdasarkan usia dan konten. Dengan penerapan IGRS yang lebih ketat dan konsisten, pemerintah berharap masyarakat menjadi lebih sadar dalam memilih game sesuai umur, sementara industri game terdorong untuk lebih bertanggung jawab dalam merilis dan memasarkan produk mereka. Sistem ini diharapkan mampu meminimalkan paparan konten negatif sekaligus menciptakan ekosistem game yang lebih aman bagi generasi muda.

Data Terkait

pasar-game-ri-tembus-rp30-t-namun-masih-dikuasai-developer-asing
Sport

Pasar Game RI Tembus Rp30 T, Namun Masih Dikuasai Developer Asing

Indonesia mencatat kontribusi pemain game online tertinggi di ASEAN, dengan valuasi pasar terbesar di kawasan dan menempati peringkat 15 dunia, mencapai Rp30 triliun

2 Des 2025

games-terpopuler-2024-mobile-legends-juaranya
Sport

Games Terpopuler 2024, Mobile Legends Juaranya

Game online yang sering dimainkan, 2024. Sebanyak 78,74% masyarakat memainkan game Mobile Legends, disusul oleh game Free Fire (8.6%), game lainnya (6.7%), dan PUBG (3.72%).

19 Sep 2025

kebiasaan-gamer-berubah-waktu-bermain-game-makin-singkat
Sport

Kebiasaan Gamer Berubah: Waktu Bermain Game Makin Singkat

Waktu yang dihabiskan sehari untuk bermain game, 2023-2024. Proporsi gamer yang bermain lebih dari 4 jam sehari turun drastis dari 42,23% (2023) menjadi 13,52% (2024). Sebaliknya, durasi 1–2 jam naik signifikan, dari 11,1% menjadi 35,36%.

19 Sep 2025