Transaksi QRIS terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan konsisten dalam dua tahun terakhir. Pada Maret 2024, nilai transaksi QRIS tercatat sebesar Rp42 triliun dengan volume 374 juta transaksi atau sekitar 0,37 miliar transaksi. Seiring meningkatnya adopsi pembayaran digital di berbagai sektor, baik nilai maupun volume transaksi terus mengalami kenaikan pada setiap periode pengamatan.
Pada Juni 2024, nilai transaksi meningkat menjadi Rp52 triliun dengan volume 494 juta transaksi, kemudian naik menjadi Rp66 triliun dan 619 juta transaksi pada September 2024. Menjelang akhir tahun, nilai transaksi mencapai Rp82 triliun, sementara volumenya meningkat menjadi 779 juta transaksi pada Desember 2024.
Pertumbuhan tersebut berlanjut sepanjang 2025. Pada Maret 2025, nilai transaksi QRIS untuk pertama kalinya menembus Rp100 triliun, mencapai Rp104 triliun, dengan volume transaksi sebesar 1,02 miliar transaksi. Selanjutnya, nilai transaksi meningkat menjadi Rp110 triliun pada Juni 2025, Rp128 triliun pada September 2025, dan mencapai Rp170 triliun pada Desember 2025.
Memasuki Maret 2026, pertumbuhan QRIS semakin signifikan. Nilai transaksi mencapai Rp203 triliun, sementara volume transaksi mencapai 2,118 miliar transaksi atau sekitar 2,12 miliar transaksi. Dibandingkan Maret 2024, nilai transaksi meningkat hampir 4,8 kali, sedangkan volume transaksi melonjak sekitar 5,7 kali dalam kurun waktu dua tahun.
Tren ini menunjukkan bahwa QRIS semakin menjadi bagian penting dalam ekosistem pembayaran digital Indonesia. Peningkatan jumlah transaksi yang konsisten mencerminkan semakin luasnya penggunaan QRIS oleh masyarakat dan pelaku usaha dalam mendukung transaksi yang lebih praktis, cepat, dan terintegrasi.