Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi struktural di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui konsolidasi dan perampingan entitas usaha. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola perusahaan, serta mengurangi pemborosan anggaran negara.
Dikutip dari Beritasatu, pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Menurut Prabowo, masih banyak perusahaan pelat merah yang belum memberikan kontribusi optimal sehingga restrukturisasi perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan daya saing BUMN.
Saat ini, BUMN memiliki sekitar 1.077 entitas yang terdiri atas perusahaan induk, anak usaha, dan cucu usaha. Hingga Juni 2026, pemerintah telah mengonsolidasikan sebanyak 258 entitas sebagai bagian dari upaya penyederhanaan struktur korporasi.
Ke depan, pemerintah menargetkan pemangkasan sekitar 750 entitas lagi sehingga jumlah BUMN yang tersisa akan berkurang menjadi sekitar 250 perusahaan. Melalui langkah ini, pemerintah berharap BUMN dapat menjadi lebih efisien, fokus pada bisnis inti, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.