Festival musik internasional dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi berbagai subsektor ekonomi, khususnya industri ekonomi kreatif. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa ajang musik internasional seperti Java Jazz Festival yang diselenggarakan pada 29-31 Mei 2026 menjadi ruang strategis bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas jangkauan pasar kepada konsumen yang lebih luas.
Menurut Menteri Ekraf, penyelenggaraan festival dan konser musik tidak hanya menggerakkan industri musik semata. Aktivitas tersebut juga menciptakan perputaran ekonomi atau multiplier effect yang dirasakan oleh berbagai sektor lain, mulai dari kuliner, transportasi, akomodasi hingga beragam jasa kreatif yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.
Temuan serupa juga disampaikan Riset LPEM FEB UI bertajuk "Dampak Ekonomi Penyelenggaraan Pertunjukan Musik: Konser Taylor Swift dan Coldplay di Indonesia dan Singapura" yang dirilis pada 2024. LPEM FEB UI menjelaskan bahwa konser musik mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Pengeluaran penonton untuk tiket, transportasi, akomodasi, merchandise, serta makanan dan minuman selama konser berlangsung menjadi sumber perputaran ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi sektor jasa kesenian dan hiburan, industri pakaian jadi, penyedia makanan dan minuman, jasa transportasi, serta penyedia akomodasi.
Selain dampak langsung, berbagai sektor pendukung turut memperoleh manfaat ekonomi secara tidak langsung. LPEM FEB UI mencatat industri tekstil, sektor pangan dan peternakan, hingga berbagai sektor penunjang lainnya ikut terdorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi yang tercipta dari penyelenggaraan konser.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pertunjukan musik internasional, konser dapat menjadi salah satu instrumen penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata nasional. Oleh karena itu, peningkatan kualitas penyelenggaraan, infrastruktur pendukung, serta kemudahan ekosistem industri hiburan berpotensi memperbesar kontribusi ekonomi yang dihasilkan dari acara musik berskala internasional di masa mendatang.