Konser Internasional Dongkrak Aktivitas Ekonomi Hingga Rp 843 Miliar

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Konser Internasional Dongkrak Aktivitas Ekonomi Hingga Rp 843 Miliar
Konser Internasional Dongkrak Aktivitas Ekonomi Hingga Rp 843 Miliar

Konser internasional tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi ekonomi yang besar bagi Indonesia. Kehadiran musisi dunia menciptakan multiplier effect yang menjangkau berbagai sektor, mulai dari jasa kesenian dan hiburan, akomodasi, transportasi, hingga makanan dan minuman. Penonton yang datang dari berbagai daerah bahkan luar negeri turut mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui berbagai pengeluaran selama menghadiri konser.

Riset LPEM FEB UI bertajuk "Dampak Ekonomi Penyelenggaraan Pertunjukan Musik: Konser Taylor Swift dan Coldplay di Indonesia dan Singapura" yang dirilis pada 2024 mengungkapkan, konser Coldplay yang digelar pada 15 November 2023 menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp 843,29 miliar. LPEM FEB UI mengasumsikan pengeluaran dari penjualan tiket mencapai Rp 342,54 miliar. 

Dari nilai tersebut, sektor jasa kesenian dan hiburan memperoleh dampak ekonomi sebesar Rp 344,93 miliar. Perhitungan tersebut didasarkan pada harga tiket rata-rata Rp 4,36 juta yang sudah mencakup pajak 15% dan komisi penyelenggara 5%. Adapun jumlah penonton ditaksir mencapai 78,50 ribu orang, melebihi kapasitas Stadion GBK yang sebesar 77 ribu kursi.

Asumsi Pengeluaran & Dampak Ekonomi dari Konser Internasional, 2023 - (LPEM FEB UI/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Asumsi Pengeluaran & Dampak Ekonomi dari Konser Internasional, 2023 - (LPEM FEB UI/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Selain tiket konser, penjualan merchandise juga memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Dengan asumsi 60% penonton membeli  T-shirt dan 20% membeli topi resmi konser, masing-masing dengan harga Rp 700 ribu per T-shirt dan Rp 500 ribu per topi, total pengeluaran merchandise mencapai Rp 40,82 miliar. Nilai tersebut menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp 41,96 miliar bagi industri pakaian jadi. 

Di sektor akomodasi, LPEM FEB UI mengasumsikan 20% penonton berasal dari luar Jabodetabek dengan pengeluaran hotel sebesar Rp 1,5 juta per orang untuk satu malam menginap di sekitar GBK. Dari pengeluaran sebesar Rp 23,55 miliar, sektor penyedia akomodasi memperoleh dampak ekonomi mencapai Rp 27,57 miliar atau setara keuntungan 17,07% dari nilai belanja yang dikeluarkan penonton.

Dampak ekonomi juga terlihat pada sektor transportasi udara dan konsumsi makanan-minuman. LPEM FEB UI memperkirakan terdapat sekitar 10 ribu penonton dari luar Indonesia dengan pengeluaran transportasi udara pulang-pergi sebesar Rp 6 juta per orang. Dengan total pengeluaran sekitar Rp 60 miliar, sektor jasa angkutan udara memperoleh dampak ekonomi sebesar Rp 63,75 miliar. 

Sementara itu, pengeluaran makanan dan minuman sebesar Rp 11,77 miliar, dengan asumsi belanja Rp 50 ribu-Rp 100 ribu per orang selama dan setelah konser, menghasilkan dampak ekonomi mencapai Rp 14,35 miliar. Temuan ini menunjukkan bahwa konser internasional berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru bagi sektor jasa kesenian dan hiburan sekaligus menggerakkan industri pariwisata nasional melalui peningkatan kunjungan, konsumsi, dan aktivitas ekonomi lintas sektor.

Data Terkait

potensi-mesin-pertumbuhan-baru-konser-internasional-sumbang-pdb-rp-435-m
Ekonomi

Potensi Mesin Pertumbuhan Baru, Konser Internasional Sumbang PDB Rp 435 M

Konser internasional mampu menciptakan dampak ekonomi hingga Rp 843,29 miliar dan menyumbang PDB sebesar Rp 435,65 miliar melalui efek berganda di berbagai sektor usaha.

10 jam yang lalu