Danantara melaporkan rencana pengembangan proyek hilirisasi lintas sektor sepanjang 2026 dengan total nilai investasi mencapai US$ 26 miliar. Inisiatif ini diperkirakan mampu menyerap lebih dari 600 ribu tenaga kerja, seiring percepatan industrialisasi berbasis pengolahan sumber daya dalam negeri.
Sebanyak enam proyek telah memasuki tahap groundbreaking pada 6 Februari 2026 dengan nilai investasi sekitar US$ 7 miliar. Di sektor mineral, pengembangan mencakup pengolahan alumina menjadi aluminium serta pembangunan smelter grade alumina di Mempawah, Kalimantan Barat. Pada sektor energi, proyek yang mulai berjalan antara lain produksi bioavtur berbasis Used Cooking Oil di Cilacap, Jawa Tengah, dan bioetanol di Banyuwangi, Jawa Timur. Sementara di sektor pangan dan agrikultur, terdapat pengembangan bisnis ayam terintegrasi di berbagai wilayah serta fasilitas pengolahan garam industri di Gresik, Jawa Timur.
Selain proyek yang sudah dimulai, terdapat 14 proyek lain yang dijadwalkan bergulir tahun ini dengan nilai investasi mencapai US$ 19 miliar. Di bidang mineral, rencana pengembangan meliputi hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether, produksi copper rod, wire and tube, hingga pengolahan manganese sulfate. Untuk sektor energi, proyek mencakup pembangunan kilang minyak domestik dan peningkatan kapasitas penyimpanan minyak bumi.
Adapun pada sektor pangan dan agrikultur, hilirisasi rumput laut menjadi carrageenan serta pengolahan kelapa terintegrasi juga masuk dalam agenda 2026. Rangkaian proyek tersebut diharapkan memperkuat nilai tambah komoditas nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis industri pengolahan.