Moody’s Investors Service kembali menegaskan peringkat kredit Indonesia di level Baa2, satu tingkat di atas ambang investment grade. Hal tersebut menandakan risiko kredit Indonesia masih dinilai terkendali dan layak bagi investor global.
Meski demikian, Moody’s menyesuaikan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif. Perubahan arah pandangan ini mencerminkan meningkatnya tantangan ke depan, khususnya dari sisi fiskal dimana defisit APBN pada 2025 tercatat melebar hingga 2,9%, melampaui target 2,5%.
Dalam konteks regional, posisi Indonesia berada sejajar dengan Filipina yang sama-sama mengantongi rating Baa2. Sementara itu, data Trading Economics mencatat sejumlah negara ASEAN lain yang memperoleh peringkat lebih tinggi. Thailand berada di level Baa1 yang menunjukkan kualitas kredit lebih kuat, Malaysia mengantongi rating A3, sedangkan Singapura menempati peringkat tertinggi Aaa yang merefleksikan risiko gagal bayar sangat rendah.
Di Asia secara lebih luas, beberapa negara memiliki peringkat Moody’s yang lebih solid dari Indonesia, seperti Korea Selatan dengan rating Aa2 dan China di level A1 meskipun mengalami penurunan dari posisi sebelumnya. Di sisi lain, masih terdapat negara dengan peringkat di bawah Indonesia, antara lain India dengan rating Baa3 yang menandakan batas bawah investment grade, serta Vietnam di level Ba2 yang masuk kategori non-investment grade dengan risiko kredit lebih tinggi.