Batu bara masih menempati posisi penting dalam struktur ekspor nasional meskipun kinerjanya mengalami tekanan pada 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor batu bara sepanjang 2025 mencapai sebesar US$24,48 miliar atau merosot 19,71% secara tahunan dari US$30,49 miliar pada 2024. Penurunan ini mencerminkan pelemahan harga global dan permintaan yang tidak sekuat tahun sebelumnya.
Meski terkontraksi cukup dalam, batu bara tetap menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia. Kontribusinya yang besar terhadap total ekspor menunjukkan komoditas ini masih memiliki peran strategis, terutama bagi penerimaan devisa dan kinerja perdagangan luar negeri.
Sementara itu, besi dan baja menjadi penopang komoditas ekspor Indonesia sepanjang 2025. Adapun nilai ekspor besi dan baja pada periode Januari–Desember 2025 mencapai US$27,97 miliar, tumbuh 8,41% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$25,80 miliar.
Kinerja positif juga ditunjukkan oleh komoditas minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya. Ekspor CPO sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai US$24,42 miliar, melonjak 21,80% dibandingkan tahun sebelumnya.