Pemerintah menargetkan cetak sawah baru secara besar-besaran hingga mencapai 3 juta hektare pada akhir 2029 sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional. Pada tahun 2025 target awal ditetapkan sebesar 225 ribu hektare, sementara pada 2026 semula hanya 300 ribu hektare tetapi kemudian ditingkatkan signifikan menjadi 480 ribu hektare. Hingga Juni 2025, realisasi cetak sawah telah mencapai sekitar 85 ribu hektare atau sebesar 37,8% dari target tahun ini. Ini mengindikasikan adanya perkembangan nyata dalam upaya memperluas lahan produksi pertanian.
Langkah ambisius ini mencerminkan keseriusan Prabowo dalam menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Dengan tambahan lahan sawah yang terus digenjot, pemerintah berupaya meningkatkan produksi beras nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Program ini bukan hanya tentang menambah luas lahan, tetapi juga memastikan kemandirian pangan serta membawa kesejahteraan bagi petani dan masyarakat luas.