Ketimpangan akses komunikasi masih menjadi isu nyata di industri telko Indonesia tahun 2025. Meskipun pusat ekonomi seperti DKI Jakarta dan Bali mencatatkan penetrasi internet di atas 90%, wilayah 3T dan penyangganya masih tertinggal jauh. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebut, Sulawesi Barat menjadi provinsi dengan penetrasi terendah secara nasional yakni hanya 53,03% pada 2025, disusul oleh Papua Pegunungan di angka 57,50%. Data ini menunjukkan bahwa jangkauan infrastruktur masih terkonsentrasi di wilayah Barat dan tengah Indonesia.
Secara kontribusi, Pulau Jawa masih mendominasi ekonomi digital nasional dengan total sumbangsih sebesar 58,14%, di mana Jawa Barat menjadi penyumbang terbesar (17,72%). Sebagai perbandingan, gabungan wilayah Maluku dan Papua hanya memberikan kontribusi nasional sebesar 3,71%. Kesenjangan yang lebar ini menegaskan pentingnya percepatan teknologi dan pemerataan akses agar potensi ekonomi digital tidak hanya berputar di kota-kota besar saja.